Skip to main content

PENYAKIT TERNAK-FLU BURUNG

 


PENDAHULUAN
 

Dalam beberapa tahun terakhirini perhatian dunia kesehatan terpusat kepada semakin merebaknyapenularan avian influenza A (H5N1).Meningkatnya kasus infeksi H5N1yang menyebabkan kematian padamanusia sangat dihawatirkan dapatberkembang menjadi wabah pandemic yang berbahaya bagi umat manusiadi muka bumi ini.

Sejak lebih dari satu abad yanglalu, beberapa subtipe dari virus influenza A telah menghantui manusia.Berbagai variasi mutasi subtipe virusinfluenza A yang menyerang manusiadan telah menyebabkan pandemi, sehingga tidak mengherankan jika kewaspadaan globalterhadap wabah pandemi flu burungmendapatkan perhatian yang serius.

Berdasarkan hasil kajian secaragenomik, dikenal beberapa subtype dari avian influenza, namun demi-kian selama 6 tahun terakhir hanya subtipe H5, H7 dan H9 yang diketahui mampu menyebar dari unggaske manusia.

Adanya kejadian luar biasa penyakit pada unggas yang disebabkan oleh virus Avian Influenza/flu burung disetiap daerah dengan tingkat kematian yang tinggi ternyata sangat berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi, sosial, kesehatan, lingkungan dan psikologi masyarakat., serta SDM. Sehingga kedepan diperlukan suatu regulasi yang holistik, dengan demikian dapat digunakan sebagai pijakan atau dasar secara cepat dalam mengambil langka-langka yang konkrit.

 

 

PEMBAHASAN

Pengertian

Flu Burung adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang menyerang burung/unggas/ayam . Salah satu tipe yang perlu diwaspadai adalah yang disebabkan oleh virus influenza dengan kode genetik H5N1 (H=Haemagglutinin, N=Neuramidase) yang selain dapat menular dari burung ke burung ternyata dapat pula menular dari burung ke manusia.(http://jurnal.farmasi.ui.ac.id/pdf/2006/v03n02/ma ksum0302.pdf)

Penyakit flu burung atau Avian influenza (AI) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang menyerang burung/unggas/ayam. Salah satu tipe yang perlu diwaspadai adalah yang disebabkan oleh virus influenza dengan kode genetik H5N1  yang selain dapat menular dari burung ke burung ternyata dapat pula menular dari burung ke manusia. Penyakit pada hewan ini disebabkan virus flu burung tipe A.  (http://www.litbang.deptan.go.id/special/ai)

Sejak akhir tahun 2003, wabah Flu Burung (Avian Influenza/AI) pada unggas telah menjadi pandemi di 56 negara di dunia, termasuk di beberapa negara di Asia. Di Indonesia, Flu Burung sedikitnya telah melanda 238 kabupaten/ kota di 30 provinsi. Sebanyak 80 orang lebih terjangkit, dan lebih dari 60 di antaranya meninggal dunia.

Banyaknya korban akibat wabah Flu Burung mendorong pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2006 Tentang Komite Nasional Pengendalian Flu Burung (Avian Influenza) danKesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza, serta Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2007 Tentang Penanganan dan Pengendalian Flu Burung (Avian Influenza). (http://www. jabar.go.id/jabar/public/82250/menu.htm?id=84092)

 

Penyebab

Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A . Virus influenza termasuk famili Orthomyxoviridae. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk (Drift, Shift), dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Berdasarkan sub tipenya terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase (N) . Kedua huruf ini digunakan sebagai identifikasi kode subtipe flu burung yang banyak jenisnya. Pada manusia: hanya terdapat jenis H1N1, H2N2, H3N3, H5N1, H9N2, H1N2, H7N7. Sedangkan pada binatang:H1-H5 dan N1-N98. Strain yang sangat virulen/ganas dan menyebabkan flu burung adalah dari subtipe A H5N1.Virus tersebut dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22 °C dan lebih dari 30 hari pada 0 °C. Virus akan mati pada pemanasan 60 °C selama 30 menit atau 56 °C selama 3 jam dan dengan detergent, desinfektan misalnya formalin, serta cairan yang mengandung iodin.(http://indoforum. org/showthread.php?t=11216)

 

Gejala
Gejala flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia. Gejala Pada Unggas:
Jengger berwarna biru

·         Borok di kaki

·         Kematian mendadak

Gejala Pada Manusiayaitu :


·         demam (suhu badan diatas 38 °C)

·         lemas

·         Pendarahan hidung dan gusi

·         sesak nafas

·         muntah dan nyeri perut serta diare

·         Batuk dan nyeri tenggorokan

·         Radang saluran pernapasan atas Pneumonia

·         Infeksi mata

·         Nyeri otot


Masa Inkubasipada Unggas : 1 minggu sedangkan pada manusia : 1-3 hari. Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala. Pada anak sampai 21 hari.

Gejala penyakit dan penyebarannya. Gejala klinis yang sering ditemukan pada ayam/unggas yang terjangkit flu burung, antara lain:

·         Jengger dan pial membengkak dengan warna kebiruan

·         Perdarahan merata pada kaki yang berupa bintik-bintik merah (ptekhi) atau ada sering disebut juga "kaki kerokan"

·         Adanya cairan pada mata dan hidung (gangguan pernapasan)

·         Keluar cairan eksudat jernih hingga kenthal dari rongga mulut

·         Diare

·         Haus berlebihan

·         Kerabang telur lembek

·         Tingkat kematian sangat tinggi mendekati 100% (kematian dalam waktu 2 hari, maksimal 1 minggu)


Penularan

Flu burung menular dari unggas ke unggas, dan dari unggas kemanusia, melalui air liur, lendir dari hidung dan feces. Penyakit ini juga dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekreta burung/unggas yang menderita flu burung. Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika bersinggungan langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung. Contohnya: pekerja di peternakan ayam , pemotong ayam dan penjamah produk unggas lainnya.

Unggas yang sakit oleh Influenza A atau virus H5N1 dapat mengeluarkan virus dengan jumlah besar dalam kotorannya. Virus itu dapat bertahan hidup di air sampai empat hari pada suhu 22 derajad celcius dan lebih dari 30 hari pada nol derajad celcius. Di dalam kotoran dan tubuh unggas yang sakit, virus dapat bertahan lebih lama. Virus ini mati pada pemanasan 56 derajat Celcius dalam 3 jam atau 60 derajad celcius selama 30 menit. Bahan disinfektan fomalin dan iodine dapat membunuh virus menakutrkan ini.

Virus flu burung hidup di dalam saluran pencernaan unggas. Burung yang terinfeksi virus akan mengeluarkan virus ini melalui saliva (air liur), cairan hidung, dan kotoran. Avian Virus influenza avian dapat ditularkan terhadap manusia dengan 2 jalan. Pertama kontaminasi langsung dari lingkungan burung terinfeksi yang mengandung virus kepada manusia. Cara lain adalah lewat perantara binatang babi. Penularan diduga terjadi dari kotoran secara oral atau melalui saluran pernapasan.
Penyebaran flu burung di berbagai belahan dunia antara lain:
Ayam dan manusia di Hongkong.

Selama wabah tersebut Pada tahun 1997 Avian Influenza A (H5N1) telah menginfeksi berlangsung 18 orang telah dirawat di rumah sakit dan 6 diantaranya meninggal dunia. Untuk mencegah penyebaran tersebut pemerintah setempat memusnahkan 1,5 juta ayam yang terinfeksi flu burung. Pada tahun 1999, di Hongkong dilaporkan adanya kasus Avian Influenza A (H9N2) pada 2 orang anak tanpa menimbulkan kematian. Pada tahun 2003, di Hongkong ditemukan lagi dua kasus Avian Influenza A (H5N1) dan satu orang meninggal. Pada tahun 2003, di Belanda ditemukan 80 kasus Avian Influenza A (H7N7) dan satu diantaranya meninggal. Pada tahun 2004 terjadi lagi 25 kasus Avian Influenza A (H5N1) di Vietnam (19) dan Thailand (6) yang menyebabkan 19 orang meninggal (5 di Thailand, 14 di Vietnam

 

Pencegahan

Upaya pencegahan penularan dilakukan dengan cara menghindari bahan yang terkontaminasi tinja dan sekret unggas, dengan tindakan sebagai berikut : Setiap orang yang berhubungan dengan bahan yang berasal dari saluran cerna unggas harus menggunakan pelindung (masker, kacamata renang)

Bahan yang berasal dari saluran cerna unggas seperti tinja harus ditatalaksana dengan baik ( ditanam / dibakar) agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang disekitarnya.

Alat-alat yang dipergunakan dalam peternakan harus dicuci dengan desinfektan. Kandang dan tinja tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan
Mengkonsumsi daging ayam yang telah dimasak pada suhu 80°C selama 1 menit, sedangkan telur unggas perlu dipanaskan pada suhu 64°C selama 5 menit.
Melaksanakan kebersihan lingkungan. Melakukan kebersihan diri.


Pada Unggas:

·         Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung

·         Vaksinasi pada unggas yang sehat

Pada Manusia:

·         Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang):

·         Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja.

·         Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung.

·         Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian kerja).

·         Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.

·         Membersihkan kotoran unggas setiap hari.

·         Imunisasi.

Masyarakat umum:

Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup. Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu :

·         Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya)

·         Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800 °C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu ± 640 °C selama 4,5 menit.

·         Basuh tangan sesering mungkin, penjamah sebaiknya juga melakukan disinfeksi tangan (dapat dengan alcohol 70%, atau larutan pemutih/khlorin 0,5%untuk alat2/instrumen)

·         Lakukan pengamatan pasif terhadap kesehatan mereka yang terpajan dan keluarganya. Perhatikan keluhan-keluhan seperti Flu, radang mata, keluhan pernafasan.


Pengobatan
Pengobatan bagi penderita flu burung adalah:

·      Oksigenasi bila terdapat sesak napas.

·      Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus).

·      Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 7 hari.

·      Amantadin diberikan pada awal infeksi, sedapat mungkin dalam waktu 48 jam pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari dibagi dalam 2 dosis. Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari.

 

Comments

Popular posts from this blog

JENIS SOSIS & CASING SOSIS

PENDAHULUAN Sosis adalah makanan yang  umumnya terbuat dari daging  (daging sapi, ayam, domba, ikan atau babi) yang telah dicincang kemudian dihaluskan dan diberi bumbu-bumbu, dimasukkan ke dalam pembungkus/casing  yang berbentuk bulat panjang yang berupa usus hewan atau pembungkus buatan, dengan atau tanpa dimasak maupun diasapkan. Sosis berasal dari kata dalam bahasa Latin “Salsus”, yang berarti diasinkan atau diawetkan. Menurut catatan sejarah, yaitu dokumen Yunani yang ditulis sekitar tahun 500SM, sosis pertama kali dibuat oleh orang Sumaria ( sekarang Irak ) sekitar tahun 300SM. Saat itu masyarakat Sumaria akan menghadapi musim paceklik, lalu timbulah ide bagaimana caranya agar makanan yang berlebih masih awet dan bisa dimakan dalam keadaan baik di musim paceklik itu. Alhasil terciptalah makanan siap saji dari daging  yang diberi garam dibumbui dan dimasukan dalam selongsong dari usus hewan. Di banyak negara, sosis dikembangkan  dengan ciri khasnya...

INGAT!!! PROBIOTIK & PREBIOTIK ITU BERBEDA LOH!

               Pernahkah anda mendengar istilah tentang probiotik dan prebiotik? keduanya memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh. Meskipun penyebutannya hampir mirip namun, p robiotik dan prebiotik itu dua hal yang sangat berbeda baik dari fungsi maupun manfaat.    Probiotik      Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang dapat memberi manfaat bagi kesehatan manusia jika diberikan dalam jumlah yang tepat.       Probiotik memiliki manfaat mengurangi intoleransi laktosa, peningkatan kekebalan tubuh, penurunan enzim feses, efek hipokolesterolemik (menurunkan kadar kolesterol darah). Saat ini, probiotik hampir secara umum dikonsumsi dalam produk susu fermentasi seperti yogurt dan yakult.       Probiotik juga membantu dalam banyak pengobatan terutama pada penyakit-penyakit yang menyerang saluran pencernaan. Probiotik dapat memberikan efektivitas dalam pengobatan atau pencegahan  gastroe...

(PENYEBAB) PEMBUSUKAN TELUR

Telur ada dalam keadaan terbaik sesaat ia dikeluarkan dari tubuh induknya. Namun ketika berada di luar tubuh induknya terjadi berbagai macam perubahan. Hal ini dikarenakan perbedaan lingkungan tempat telur berada. dalam tubuh induknya telur berada dalam kelembaban yang tinggi dan suhu hangat, sedangkan setelah berada di luar tubuh induknya, telur menghadapi lingkungan dengan kelembaban dan suhu yang lebih rendah. Awalnya telur diselimuti oleh cairan mukosa yang kental. Namun setelah telur berada di luar tubuh induknya, mukosa tersebut akan mengering. Ketika mukosa dalam keadaan basah, ia mampu untuk melindungi telur dari keluar masuknya air dan gas. Namun ketika mengering, pori-pori pada kulit telur menjadi semakin besar. Ketika pori-pori ini terbuka, maka air dan gas karbondioksida akan keluar dari dalam telur. Akibatnya berat telur berkurang, sementara volume telur tetap. Berat telur akan semakin berkurang seiring lama penyimpanan, karena asam karbonat yang ada dalam telur berub...